digicam travel photo

Friday, March 31, 2023

Mengenal Lebih Dekat Kamera Pentax MX-1: Spesifikasi dan Fitur Unggulannya

Mengenal Lebih Dekat Kamera Pentax MX-1: Spesifikasi dan Fitur Unggulannya

Kamera Pentax MX-1 adalah kamera digital compact yang dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan. Kamera ini menjadi pilihan tepat bagi para penghobi fotografi yang ingin menambah koleksi kamera unik ini. Dalam posting ini Saya akan membahas spesifikasi dan fitur utama yang dimiliki oleh kamera Pentax MX-1.

Pentax MX-1 berbaring di kasur.

Spesifikasi Kamera Pentax MX-1: Kamera Pentax MX-1 memiliki sensor CMOS 12 megapiksel dan lensa zoom optik 4x, dengan rentang fokus 28-112mm. Selain itu, kamera ini juga dilengkapi dengan berbagai mode pemotretan seperti program, diafragma prioritas, dan kecepatan rana prioritas. Kamera ini juga dapat merekam video Full HD dengan resolusi 1080p.

Fitur Kamera Pentax MX-1: Salah satu fitur unggulan kamera Pentax MX-1 adalah mode pemotretan manual yang memungkinkan pengguna untuk mengatur eksposur dan fokus secara manual. Kamera ini juga dilengkapi dengan filter efek seperti retro, high-contrast, dan miniature effect yang membuat foto terlihat lebih kreatif. Selain itu, kamera ini juga memiliki kemampuan makro dengan jarak fokus minimum 1 cm.

Kualitas Gambar Kamera Pentax MX-1: Dengan sensor CMOS 12 megapiksel dan lensa zoom optik 4x, kamera Pentax MX-1 mampu menghasilkan gambar yang tajam dan detail. Kamera ini juga dilengkapi dengan teknologi Shake Reduction yang membantu mengurangi blur akibat guncangan atau getaran kamera. Kualitas gambar kamera ini dapat diandalkan dalam berbagai situasi pencahayaan.

Secara keseluruhan, kamera Pentax MX-1 adalah pilihan yang tepat bagi para pebnghobi fotografi pemula yang ingin membelanjakan uang mereka untuk mainan kamera lawas tapi berkualitas. Kamera ini memiliki berbagai fitur unggulan dan kemampuan pemotretan yang menghasilkan gambar yang tajam dan detail. Meskipun tidak dilengkapi dengan layar LCD yang dapat diputar atau touchscreen, namun kamera ini mudah digunakan dan memberikan hasil yang memuaskan.

Review Pentax MX-1 Kamera Digital Rakitan Indonesia

Review Pentax MX-1 Kamera Digital Rakitan Indonesia

Pentax MX-1 adalah penjelmaan versi SLR analog dari Pentax MX yang dibuat digital. Mengusung desain yang serupa, tidak begitu mirip tapi masih mengusung konsep kamera mungil. Meskipun kamera ini bukan kamera DSLR melainkan hanya kamera prosumer biasa, namun foto yang dihasilkan sangat luar biasa.

Pentax MX-1

Saya baru tahu hal ini setelah memiliki kamera ini, dulunya Pentax memang pernah membuat kamera SLR dengan nama MX, dikenal sebagai kamera SLR paling mungil di pasaran. Hmm, jadi pengen punya juga. Pentax MX-1 ini memiliki gaya yang mirip dengan MX, tetapi hadir dengan teknologi yang berbeda, digital. Kualitas gambar yang dihasilkan sangat baik. Saya suka bahwa kamera ini memiliki layar yang bisa dibuka dan fitur lain yang tidak menonjol tapi praktis.

Ketika saya mengetahui bahwa MX-1 sedang dijual, saya langsung membelinya. Karena Saya sudah berbulan-bulan berburu kamera ini di marketplace. Sudah tidak ada yang jual baru, tinggal bekasnya saja. MX-1 mampu mengambil foto dan video yang bagus pada waktu dirilis dan masih layak digunakan sampai sekarang. Auto fokus pada kamera ini lumayan cepat, tapi tetap tidak terlalu disarankan untuk motret kegiatan olahraga. Kamera ini juga bisa diatur fokusnya secara manul dengan memencet tombol fungsi beberapa kali, sangat berguna jika ingin motret dengan jarak yang tidak berubah dan ingin cepat-cepat. Tapi kembali lagi, menggunakan auto fokus pada kamera ini lebih praktis dan gak ribet.

Yang paling saya sukai dari kamera ini adalah desainnya yang klasik dan kemudahan dalam penggunaannya. Pada awal memiliki kamera ini yang membuatnya terasa kurang adalah tidak adanya fitur wifi untuk transfer file foto, namun masalah ini bisa diatasi dengan mengganti kartu memori dengan kartu SD yang sudah tertanam pemancar wifi.

Pentax MX-1 merupakan kamera yang bisa diandalkan untuk menemani liburan atau street photography. Ada flash yang tertanam pada kamera ini, jadi kalau mau motret di tempat yang gelap akan ada bantuan cahaya yang bisa digunakan. Tentu saja harus memperhatikan jarak kamera dengan subyek.



Ini adalah kamera point-and-shoot yang sederhana dan mudah digunakan. Pentax MX-1 memiliki kualitas foto yang baik untuk dicetak apalagi kebutuhan media sosial. Dengan memberi pilihan untuk mengontrol aperture sehingga dapat mengontrol kedalaman bidang foto. Kesimpulannya, saya sangat menyukai kamera ini.

Thursday, March 30, 2023

Tips Memotret Human Interest dengan Kamera Digital untuk Orang yang Pemalu

Tips Memotret Human Interest dengan Kamera Digital untuk Orang yang Pemalu

Jika Sampean ingin memotret human interest namun merasa pemalu, berikut adalah beberapa tips yang mungkin membantu:

Wara-wiri orang di depan kios di terminal bus.

  1. Tetap tenang dan jangan terburu-buru: Jangan terlalu terburu-buru atau tergesa-gesa saat memotret seseorang. Biarkan mereka merasa nyaman dengan keberadaan Sampean dan jangan memaksa mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan.

  2. Jadilah ramah: Bersikap ramah dan bersahabat dapat membantu membangun hubungan dengan subjek Sampean, yang pada gilirannya dapat membuat mereka lebih mudah untuk difoto. Cobalah untuk memulai percakapan ringan dengan mereka dan memperkenalkan diri Sampean.

  3. Gunakan teknik candid: Jika subjek Sampean tidak merasa nyaman dengan kehadiran kamera, cobalah untuk menggunakan teknik candid. Foto candid dapat menghasilkan gambar yang menarik dan alami tanpa harus meminta subjek untuk berpose.

  4. Jangan takut bertanya: Terkadang, hanya dengan bertanya, Sampean bisa mendapatkan gambar yang menarik. Jika Sampean melihat seseorang melakukan sesuatu yang menarik, jangan takut untuk meminta izin untuk memotret mereka.

  5. Pilihlah lokasi yang nyaman: Cobalah memilih lokasi yang tenang dan nyaman bagi subjek Sampean. Jika mereka merasa nyaman dengan lingkungan sekitarnya, mereka mungkin lebih mudah untuk berpose atau melakukan aksi yang menarik.

  6. Ciptakan koneksi: Cobalah untuk membuat koneksi dengan subjek Sampean. Mungkin Sampean dapat menemukan sesuatu yang Sampean berdua sukai, seperti hobi atau minat yang sama. Ini dapat membantu membangun kepercayaan dan membuat subjek Sampean merasa lebih nyaman.

  7. Jangan memaksa subjek Sampean: Terakhir, tetapi tidak kalah penting, jangan memaksa subjek Sampean untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan. Jangan pernah mengorbankan kenyamanan subjek untuk mendapatkan foto yang bagus. Ingatlah bahwa Sampean ingin menangkap momen yang alami dan otentik, sehingga subjek Sampean dapat terlihat sebagaimana adanya.

Essential Digicam Travel Kit

Essential Digicam Travel Kit

Jika Sampean berencana mau membawa kamera digital dalam perjalanan traveling, ada beberapa aksesori penting yang mungkin bisa sampean pertimbangkan untuk selalu dibawa:

Toshiba Flash Air 32 GB
Penguanaan kartu memory wireless. Kebanyakan kamera digital lawas tidak disematkan fitur wifi dalam kameranya sehingga menghambat transfer file dari kamera ke ponsel di masa kini. Namun sekarang sudah banyak beredar kartu memory yang memiliki fitur wifi di dalamnya, sehingga pemindahan file dari kamera ke ponsel bisa dilakukan kapan saja. Memory Card yang ada Wifinya.

Bodi kamera: Ya tentu saja si kamera harus dibawa, kalau tidak buat apa mempersiapkan kebutuhan lainya, akan tetapi pastikan untuk membawa bodi kamer bersama dengan baterai dan pengisi daya yang diperlukan.
 

Kartu memori: Bawalah kartu memori secukupnhya untuk menyimpan semua foto-foto Sampean. Sebaiknya bawalah setidaknya dua kartu, jadi sampean memiliki cadangan jika ada yang hilang atau rusak. Tapi sepengalaman Saya sendiri selama ini, satu kartu saja sudah cukup. Apalagi file foto dari digicam tidak terlalu besar (sekalian diturunkan megapixelnya biar hemat ruang dan dapet kesan jadulnya). Satu kartu saja bisa muat ribuan foto.

Digicam merupakan kamera lawas yang kemampuan simpan file fotonya terbatas. Hal ini dikarenakan kartu memori yang bisa dipasang kapasitasnya juga terbatas. Kebanyakan kamera hanya bisa dipasangi kartu memori paling besar cuma 4 GB. Bahkan beberpa model kamera cuma bisa dipasangi yang berkapasitas 2 GB. Sekarang ini sulit sekali mencari kartu memori SD Card dengan kapasitas kecil. Saya sertakan link untuk mempermudah pembelian https://tokopedia.link/gJBDw9JiAyb
 

Tas kamera: Ini antara penting dan gak penting juga sih sebenarnya, karena ukuran digicam bisa masuk saku. Tapi demi alasan biar nyaman dan agak bergaya, membawa tas bisa dipertimbangkan. Sekalian bisa untuk menyimpan aksesori lainnya. Tas kamera yang kokoh akan melindungi perlengkapan Sampean dan membuatnya lebih mudah untuk dibawa. Carilah tas yang tahan lama dan kedap air, dengan banyak kompartemen untuk kamera dan aksesori lainnya.

Tas mungil imut untuk kamera kecil https://tokopedia.link/A9JrYYziAyb

Tripod: Demi alasan kepraktisandalam berpindah-pindah tempat, tripod tidaklah terlalu dibutuhkan, bahkan kalau bisa dihindari sama sekali. Tapi akan ada beberapa kondisi yang memaksa kita membutuhkan tripod. Waktu berfoto sendiri dan tidak ada yang bisa memegang kamera misalnya. Atau ketika motret malam-malam dan butuh long exposure biar tidak shaky. Atau mau bikin timelapse (emang ada digicam yang bisa motret timelapse?). Tapi kalau sangat membutuhkan dan berencana membawa tripod, carilah tripod yang ringan dan ringkas yang mudah dikemas dan dibawa.

Tripod ringan nan ringkas https://tokopedia.link/d2GtMSPiAyb

Kit pembersih: Terus terang Saya sendiri tidak pernah membawanya juga, biasa cuma diusap-usap dengan ujung bawah kaos yang sedang saya pakai. Tapi kalau memang Sampean mau, ada cara yang lebih elegan untuk menjaga kebersihan kamera. Jaga kebersihan kamera dan lensa Sampean dengan kit pembersih yang mencakup kain mikrofiber, pembersih lensa, dan sikat. Ini akan membantu memastikan foto sampean tajam dan bebas dari debu atau noda.

Penjaga kebersihan kamera https://tokopedia.link/WOM2nQTiAyb

Dengan membawa aksesoris penting ini, sampean akan siap untuk mengabadikan semua kenangan perjalanan Sampean dengan kamera digital Sampean.

What is digicam or digital pocket camera? [Ask ChatGPT]

What is digicam or digital pocket camera? [Ask ChatGPT]

I got this answer when I am asking about digital pocket camera to chatGPT.

Sony DSC-W350. The digital pocketable size camera that always with me on my bag.

A digital pocket camera, also known as a point-and-shoot camera, is a small, portable camera that is designed to be easy to use and carry with you wherever you go. These cameras are typically smaller and lighter than DSLR cameras, making them ideal for travel and everyday use.

Digital pocket cameras generally have a fixed lens and a built-in flash, and many models also offer optical zoom, image stabilization, and a range of shooting modes and creative options. Some newer models even offer Wi-Fi connectivity and the ability to shoot video in high definition.

One advantage of a digital pocket camera is that it's simple to use, with many models featuring automatic settings that adjust for different lighting conditions and subjects. This makes them a great choice for beginners or anyone who wants to take quick, casual photos without having to worry about adjusting settings.

While digital pocket cameras may not offer the same level of control and customization as a DSLR camera, they are still capable of producing high-quality images that can be printed or shared online. And because they are small and portable, they are a convenient choice for anyone who wants to capture memories on the go.

Thursday, March 23, 2023

Low Light Pentax MX-1

Low Light Pentax MX-1

Hello photography enthusiasts! Today, I want to share my thoughts on the Pentax MX-1 camera's low light performance.

Night shot at Malioboro street.
As a photographer, I understand how challenging it can be to take good quality photos in low light conditions. However, with the Pentax MX-1, this challenge becomes a little easier. The camera's low light performance is simply outstanding, and it's definitely worth considering if you're looking for a camera that can produce high-quality images in challenging lighting situations.

The Pentax MX-1 boasts a 12-megapixel sensor, which is capable of producing high-quality images in low light conditions. The camera's lens is also designed to maximize light sensitivity, with an aperture range of f/1.8 to f/2.5, allowing more light to reach the sensor. This combination of a high-quality sensor and a wide aperture lens makes the Pentax MX-1 an excellent choice for low light photography.

Another feature that I really like about this camera is its advanced image stabilization system. The Pentax MX-1 comes equipped with a sensor-shift shake reduction mechanism that ensures that your images are sharp and blur-free, even when shooting in low light conditions. This feature is especially useful when shooting without a tripod, as it helps to reduce camera shake and ensures that your images are sharp and clear.

The Pentax MX-1 also has a high-quality LCD screen that allows you to preview your images in real-time. This makes it easier to adjust your settings and get the perfect shot, even in low light conditions. Additionally, the camera's manual controls allow you to adjust the ISO, shutter speed, and aperture, giving you complete control over your images.

Overall, I think the Pentax MX-1 is an excellent camera for low light photography. Its high-quality sensor, wide aperture lens, advanced image stabilization system, and manual controls make it a versatile and powerful tool for any photographer. So, if you're looking for a camera that can help you take stunning photos in low light conditions, then the Pentax MX-1 is definitely worth checking out!

###

This post was generate with the help of ChatGPT.

Wednesday, December 28, 2022

Pentax MX-1 Kota Tua Jakarta

Pentax MX-1 Kota Tua Jakarta

Tidak ada yang Saya persiapkan sebelum ke sini. Tidak ada gambaran akan memotret seperti apa ke Kota Tua ini yang baru saja direvitalisasi. Saya hanya ingin datang dan jalan-jalan sambil motret.

Sore itu sedang mendung, jadi gambar cerah dan ceria tidak akan dihasilkan. Kota Tua sedang ramai-ramainya, banyak sekali pengunjung memadati dari pelataran Stasiun Kota sampai halaman Museum. Mau motret gedung-gedung tua terlalu sesak dengan banyaknya pengunjung. Mau motret orang ala-ala street photography human interest juga terlalu sungkan untuk menatap mata. Jadi saya berjalan sambil motret seperti turis yang belum pernah ke tempat ini.

Waktu mau magrib, ketika lampu-lampu dinyalakan dan langit yang mendung membiru. Pentax MX-1 menunjukkan kemampuannya, kamera proseumer lawas ini ketika cahaya redup malah menghasilkan foto yang enak sekali dilihat, eyepleasing.


Magrib di Kota Tua.

Rest area.

Mau ambil fokus di Bugenvil tapi malah dapat belakangnya.

Langit membiru efek white balance.

White balance pada Pentax MX-1 berusaha menyesuaikan dengan highlight pada gedung dan area yang diterangi lampu, menjadikan langit semakin biru.

Parkir sepeda.

Ramai pejalan.

Sebelum pulang.

Pengen fokus di Bugenvil lagi tapi karena cahaya yang kurang shutter speed melambat dan hasil fotonya ngeblur.

Tempat jajan.

Ramai sekali pengunjung sore itu.

Depan stasiun Kota.

Kebun Teh Wonosari Sony W350 photodump

Kebun Teh Wonosari Sony W350 photodump

Tanpa perencanaan yang serius Saya bepergian ke Kebun Teh di Wonosari, Malang. Di akhir musim kemarau matahari berisnar terik tanpa penghalang mendung, menerpa hijaunya hamparan pohon teh yang setinggi pinggang. Sangat menyenangkan sekali memotret ketika cuaca cerah begini. Meskipun matahari terik di sini tidak terlalu panas karena letaknya yang memang berada di ketinggian meski tidak terlalu tinggi ditambah dengan angin semilir yang terus berhembus. Untuk diperhatikan bagi yang memiliki kulit sensitif, jika berkegiatan di ruang terbuka dengan matahari terik tapi tidak terasa panas begini, memang melenakan, tapi kalau kulit tidak dilapisi penangkal sinar matahari, siap-siap saja esok hari kulit memerah dan mengelupas.

Foto-foto di kebun teh yang dominan warna hijau tumbuhan dan birunya langit, terasa menyenangkan dilihat mata meskipun dipotret dengan sensor kamera lawas. Masih bisa diedit tapi sudah puas dengan warna yang apa adanya.

Panorama kebun teh Wonosari, Malang.

Jalan agak jauh dikit tapi lumayan bikin ngos-ngosan.

Berdiri sendiri di antara pohon-pohon teh yang rendah.

Atraksi di tengah kebun teh.

Saya pikir ini gudang kecil atau tempat penyimpanan gitu, ternyata toilet.

Bukit kunir dengan latar gunung Arjuno.

Berdua saja.

Ada warung dan loket, sampai sini harus bayar lagi.

Lumayan ramai juga, tapi mereka harus jalan kaki sekitar 2km untuk sampai tempat ini.

Semakin siang, pelan-pelan meninggalkan tempat atraksi utama.

Hamparan daun teh.

 

Sony W350 Main ke Pasar

Sony W350 Main ke Pasar

Pasar selalu menjadi tempat yang asyik untuk berburu foto. Lalu lalang orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing selalu menarik untuk diabadikan. Keramaian, kekacauan, ketidak selarasan, bahkan sampai kekumuhan pasar yang sduah menjadi tipikal pasar di sini adalah subjek yang menarik. Bisa jadi keruwetan ini akan menjadi sejarah di masa depan. Semoga saja. Saya masih berharap di masa depan nanti kalau pergi ke pasar tidak perlu bertemu dengan kubangan becek di sekitar penjual daging ayam dan ikan. Lorong-lorong yang lebar dan tidak ada sampah berserakan.

Untuk ke sekian kalinya, inilah foto-foto di pasar yang dipotret dengan digicam Sony W-350.

Timbangan ceker ayam.

Jalan lengan di pasar tapi ramai parkir sembarang.

Jual beli bebek.

Ikan-ikan.

Mata ikan.

Kerang.

Pedagang di Pasar.

Pedagang gerabah.

 

Pagi yang cerah di Long Storage Kalimati - Sony W350 digicam photodump.

Pagi yang cerah di Long Storage Kalimati - Sony W350 digicam photodump.

Memang cerah tapi cenderung panas meskipun belum terlalu siang. Ya mau bagaimana lagi, tempat ini memang jarang ada pohon di tepian waduk buatan ini, bahkan hampir tidak ada sama sekali. Saya melanjutkan gowes sambil beberapa kali berhenti untuk motret ketika melihat dan terpikirkan subjek yang unik. Saya sendiri dalam memotret jarang berpikir untuk menghasilkan foto yang bagus, lebih sering memotret karena spontanitas saja. Ide memang begitu, sering muncul ketika tidak dipikirkan.

Di Long Storage Kali Mati ini Saya memotret menggunakan digicam Sony W350. Kamera pocket yang beneran bisa masuk saku. Gowes sambil motret memang lebih enak dengan membawa kamera kecil yang bisa masuk saku, mudah dibawa-bawa dan praktis.

Dari sisi timur waduk Saya gowes ke sisi barat. Dari tepian waduk jalan setapak dengan rerumputan dan bunga liar menjadi beton berpagar besi. Di waduk ini memang dilarang berenang karena rawan tengggelam, sudah pernah ada kejadian orang tenggelam dan meninggal di tempat ini. Namun begitu banyak orang mancing di tepian waduk.

Dua pesepeda melintasi jalan beton di tepi waduk.

Bunga di tepi long storage, hanya ada di bagian yang masih berupa jalan setapak.

Bunga yang sama.

Semenjak bunga-bunga liar seperti ini hanya ada di tempat yang belum dibangun, Saya potret dulu sebelum dibabat.

Capung.

Long storage yang memang panjang.

Waduk buatan ini serasa luas, padahal tidak juga.

Pantulan pohon di air bagai cermin.

Tepi barat long storage Kalimati.

Saking panjangnya penampungan air ini, sampai tidak tampak ujung satunya.

Santai sambil memancing. Entah ada ikan apa saja dan seberapa banyak, sering Saya temui orang sedang memansing di tempat ini. Mereka pun akan kembali esok atau kapan lagi.

Nama yang dicetak besar.

CFD Sudirman-Thamrin Digicam Photodump

CFD Sudirman-Thamrin Digicam Photodump

Menyenangkan sekali bisa gowes di jalan yang lebar dan tanpa kendaraan seperti waktu CFD begini. Gowes santai sambil motret-motret tanpa khawatir ditabrak kendaraan dari belakang. Foto-foto dari kamera pocket Sony W350 sengaja saya edit warnanya biar lebih sesuai sama selera Saya yang suka berubah. Kenapa saya melakukan ini? Karena foto yang dihasilkan kamera ini seringkali terlihat kusam, seperti baju yang sudah sering dipakai dibawah terik matahari. Dan yang paling menynangkan adalah meskipun Sony W350 ini digicam lawas, warnanya bisa diutak-atik dengan leluasa. Warna setelah diedit tetap solid.

Memotret pagi di CFD.

Bus yang melintas.

Bus di antara kerumunan.

Keramaian orang dalam CFD.

Menyusuri CFD dengan sepeda.

Langit cerah dan lumayan bersih, satu kebetulan yang indah.

Gowes sambil motret.

Agak susah sebenarnya motret sambil mengikuti orang yang sedang bergerak, shaky blur.

Berhenti untuk memotret.

Tele zoom yang bisa diandalkan.

Berpapasan.

Paling enak motret ke langit atau bidang datar yang polos, biar tidak kelihatan kelemahan digicam yang kalah memotret detail kecil.

Food truck.

Masihgowes.